
Dalam upaya memperkuat penerapan sistem keselamatan dan mutu layanan rumah sakit, RSUD Kabupaten Buton Utara menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dengan tema “Manajemen Risiko di Lingkup RSUD Kabupaten Buton Utara”.
Kegiatan ini berlangsung di aula RSUD Kabupaten Buton Utara dan dibuka secara resmi oleh Direktur RSUD Kabupaten Buton Utara, dr. Waode Fortanita. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari strategi rumah sakit dalam mencegah insiden, mengurangi potensi kerugian, dan meningkatkan keselamatan pasien serta staf rumah sakit.
“Manajemen risiko bukan hanya tanggung jawab tim keselamatan, tetapi menjadi budaya bersama di seluruh unit pelayanan. Dengan memahami dan mengelola risiko sejak dini, kita dapat menciptakan rumah sakit yang lebih aman dan terpercaya,” ujar dr. Waode Fortanita.
Materi IHT disampaikan oleh tim MFK RSUD Kabupaten Buton Utara yang menguraikan konsep dasar manajemen risiko, tahapan identifikasi bahaya, analisis risiko, evaluasi, hingga penyusunan rencana mitigasi. Peserta juga diajak untuk melakukan simulasi sederhana dalam mengenali potensi risiko di unit masing-masing serta menyusun langkah pencegahannya.

Peserta kegiatan terdiri dari unsur medis, paramedis, staf administrasi, dan petugas teknis rumah sakit. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman seluruh pegawai terhadap pentingnya pengelolaan risiko secara sistematis dan berkelanjutan, sesuai standar akreditasi rumah sakit.
Melalui pelaksanaan IHT MFK ini, RSUD Kabupaten Buton Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan dan manajemen risiko sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menuju rumah sakit yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
